Selamat datang di Website www.Kesugihan.com, web ini dibuat untuk memberikan informasi kepada warga masyarakat kec. Kesugihan dan sekitarnya, selamat Ulang Tahun untuk semua yang bernama AGUS

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa

Setetes embun di pagi hari jatuh di atas bunga melati. Di bulan suci ini, inilah waktunya untuk memperbaiki diri. Marhaban ya Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa

HUT RI 74

Selamat Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 74 Semoga Indonesia Semakin Maju

Peta Kec Kesugihan dari atas langit

Kecamatan Kesugihan

INDONESIA RAYA

BEDA PILIHAN ITU BIASA, TETAP KOMPAK DAN RUKUN ITU YANG LUAR BIASA!

INDONESIA RAYA

BHINEKA TUNGGAL IKA

Sukseskan

Pemilu 17 April 2019.

Showing posts with label Mei 2019. Show all posts
Showing posts with label Mei 2019. Show all posts

Monday, 13 May 2019

ritual Punggahan atau serangkaian lelaku bekten (ziarah)




CILACAP- Jalan di Kecamatan Kroya, Adipala hingga Kesugihan, Cilacap relatif ramai. Kendaran bermotor lalu lalang berganti. Namun, ratusan  penghayat dari berbagai desa seperti Desa Pekuncen, Pesanggrahan Kecamatan Kroya, dan Desa Jepara Wetan Kecamatan Binangun memilih berjalan kaki puluhan kilometer.

 Lebih dari 300 orang berjalan melintasi jalanan datar serta perbukitan menuju ke Desa Pekuncen. Mereka berjalan antara 30 hingga 50 km. Mereka juga membawa berbagai macam hasil bumi seperti beras dan sayur-sayuran.

 Mereka adalah masyarakat Adat Tradisi Anak Putu (ATAP) Bonokeling. Mereka tengah menjalani ritual Punggahan atau serangkaian lelaku bekten (ziarah) keturunan dan pengikut ajaran Penembahan Bonokeling ke pepunden.

 Tempat yang dituju ialah di Komplek Cagar Budaya Makam Bonokeling di Pakuncen Kabupaten Banyumas. Ritual Punggahan rencananya dihelat pada Jumat besar terakhir menjelang Ramadan, antara 24 hingga 29 April.

 Di beberapa titik, warga Bonokeling beristirahat di tempat yang telah ditentukan, salah satunya adalah Pasar Kesugihan, Cilacap.

 "Ini adalah laku ritual yang harus dijalankan. Sebuah tradisi yang harus dijaga. Jadi berangkat ke Pekuncen sehari dengan berjalan kaki pada Kamis (24/4/2019), kemudian hari kedua yakni pada Jumat (25/4) adalah ritual unggah unggahan," kata Sunardi Kunthang, Ketua ADAT Desa Kalikudi.

 Dia mengatakan, peziarah terbagi menurut jenis kelamin, pangkat, kedudukan, dan usia. Mereka baik muda, tua, laki-laki dan perempuan. Mereka membawa bekal yang nantinya bakal dimasak di Panembahan Bonokeling untuk dimakan bersama dengan ribuan peziarah lain yang berdatangan dari berbagai daerah. "Bakul-bakul tersebut dibawa untuk dimasak di sana. Isinya beras, sayur-sayuran dan perlengkapan makan lainnya," ujarnya.

 Para penghayat ini menggunakan pakaian adat Jawa. Laki-laki menggunakan kain seperti sarung dan iket kepala. Sedangkan perempuan menggunakan jarit dan bagian atasnya ada yang menggunakan kemben atau baju Jawa. "Ritual ini selalu dilakukan setiap tahunnya . Menjelang bulan Ramadan. Berjalan kaki tandanya kita kembali ke bumi," kata Sunardi.

 Setelah sampai di Desa Pekuncen, Jatilawang, kaum adat Bonokeling beristirahat di rumah-rumah Bedogol atau para tetua adat.  Kemudian di kompleks makam Kyai Banokeling, mereka melakukan ritual ziarah ke sejumlah makam. Utamanya adalah makam Kyai Bonokeling.
 Sebelum masuk ke makam, mereka antre berjalan secara rapi. "Dalam prosesi ziarah, mereka harus melepas alas kaki. Artinya tidak lain adalah bagaimana menyatukan diri dengan alam," ujarnya.

 Setelah rampung prosesi ziarah, dia mengatakan, seluruh anggota Komunitas Adat Bonokeling makan bersama di kompleks dalam makam. Dan hari selanjutnya mereka kembali lagi ke rumahnya masing-masing. Tetap jalan dengan jalan kaki. (ray)


PLTU Karangkandri

PLTU 2 Jawa Tengah berdiri di atas tanah kokon yang dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), berlokasi di desa Karangkandri, kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, sekitar 10 kilometer ke arah timur dari pusat kota Cilacap. Pembangkit listrik ini memiliki memiliki kapasitas sebesar 2 x 300 (600) megawatt dengan bahan bakar berupa batubara yang masuk ke dalam interkoneksi Jawa-Bali yang penyalurannyaa dilakukan oleh pusat penyaluran beban gandul, CinereJawa Barat. Adapun kontraktor yang kali pertama membangun adalah PT Sumber Segara Primadaya (S2P) bersama Chenda Enginering dari China.
Secara komersial, PLTU Karangkandri beroperasi sejak Februari 2006 untuk unit 1 (pertama) yang pengoperasiannya diresmikan kali pertama oleh presiden Republik IndonesiaSusilo Bambang YudhoyonoNovember 2006.[3]
Secara kepemilikan, PLTU Karangkandri merupakan perusahaan pembangkit listrik yang dimiliki swasta yaitu PT Sumber Segara Primadaya yang merupakan patungan dari PT Pembangkit Listrik Jawa Bali (anak perusahaan PLN) dengan saham 49% dan PT Sumberenergi Sakti Prima dengan saham sebesar 51%.
Pada tahun 2015 Kabupaten Cilacap juga akan kembali ditempati oleh pambangunan pembankit listrik tenaga uap terbesar di dunia, berlokasi di kecamatan Adipala, di atas lahan milik TNI dan Polri dengan investasi sebesar Rp. 90 triliun. Kontraktor yang menangani masih tetap, PT Jawa Energi. Sampai sekarang, proses pembangunan tersebut masih menunggu selesainya perizinan.[4][5]

Sunday, 12 May 2019

JALAN-JALAN ISUK TRADISI SAAT RAMADHAN


                                    JALAN-JALAN ISUK TRADISI SAAT RAMADHAN

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, berdiri dan luar ruangan
Esih pada kaya kiye mbok lur?
Entah mengapa semenjak bulan Ramadhan jumlah orang yang melakukan aktivitas pagi semakin meningkat dari hari biasanya.Terkait, mereka yang berjalan jalan di pagi hari setelah sholat Subuh. Kok tau sih kalau mereka habis sholat Subuh? Iya, itu lho . Lihat saja! Sarung masih dipakai di leher, mukena masih dipakai di badan.
Berjalan-jalan di pagi hari setelah sholat Subuh memang bukan hal yang buruk. Selain menyehatkan badan, udara pagi hari sangat sejuk dan minim polusi. Eh tapi, ada alasan lain di balik kegiatan ini.
Survei membuktikan sebagian besar anak muda melakukan aktivitas jalan setelah sholat Subuh biasanya memiliki tujuan mendapat kenalan baru. Entah si tetangga sebelah yang kece itu atau gadis seberang desa yang anggun.(Rzy/red)

WARGA DESA KARANGKANDRI DESAK DINKES TANGGAP DB



KESUGIHANNEWS, KARANGKANDRI-Penyakit demam berdarah (DB) menyerang warga di Desa Karangkandri Kecamatan Kesugihan Cilacap. Tercatat sampai Ahad (12/5), penderita penyakit DB mencapai 10 orang.


DB sebelumnya menyerang 6 RT di Wilayah RW 02 Desa Karangkandri. Diskes setempat belum menyatakan DB di daerahnya sebagai kejadian luar biasa.


Kepala Desa Karangkandri Kecamatan Kesugihan bersama masyarakat dan dibantu salah satu Partai Politik melakukan Pencegahan, Pengendalian, dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) dengan fogging di sejumlah wilayah. Kepala Desa Karangkandri, Ridwanullah mengatakan, penderita DB sudah bertambah tujuh orang lagi dalam sepekan.


“Sudah bertambah tujuh orang, jadi tercatat 10 orang warga dan belum lagi yang tidak tercatat,” katanya.(12/05)


Beberapa warga yang positif menderita DB dirawat pada beberapa titik pengobatan. Di Klinik Afdila Menganti 3 orang, Klinik Darus Syifa Slarang 1 orang, RS Fatimah Cilacap 1 orang dan beberapa warga yang belum melaporkan diri.


Menurut warga kejadian DB yang menimpa warga Karangkandri belum ada tanggapan dari pihak terkait.


"Kejadian seperti ini harusnya sudah menjadi kejadian luar biasa, dan dapat perhatian dari pihak kesehatan"kata Sholihun(Warga Karangkandri)


Inisiatif warga bersama pemerintah Desa Karangkandri, meminta bantuan pada salah satu Partai Politik untuk dilakukan Fogging. Mengingat banyaknya warga yang terserang DB dan antisipasi ada warga lain yang terkena DB. (Rzy/red)

Saturday, 11 May 2019

TUGU BUDIN PESANGGRAHAN

 



NGABUBURIT DI TUGU BUDIN KesugihanNews, Pesanggarahan. Menikmati suasana sore Ramadhan lebih asyik ngabuburit bersama keluarga dan rekan. (12/06)

Selain berburu aneka kuliner berbuka, di Tugu Budin Pesanggrahan Kesugihan juga bakal ditemani oleh hiburan musik angklung.

Angklung Candrayuda Warga Pesanggrahan selalu menyambut dengan antusias warga yang ngabuburit di Tugu Budin.
"Dengan adanya hiburan ini, jadi warga merasa terhibur dan tentu menambah semarak ngabuburit".Kata Nano (Personil angklung)
Tampak warga sangat ramai berburu kuliner atau sekedar menikmati musik di Kawasan Tugu Budin, yang menjadi Landmark Desa Pesanggrahan. (Rzy/red)
Ayoo Ramaikan suasana Ramadhan...
SELAMAT BERBUKA PUASA




Bagikan Berita ini

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More