Selamat Menjalankan Ibadah Puasa
Setetes embun di pagi hari jatuh di atas bunga melati. Di bulan suci ini, inilah waktunya untuk memperbaiki diri. Marhaban ya Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa
Wednesday, 15 May 2019
Comeback
luar biasa dilakukan Liverpool ketika mereka sukses menghajar Barcelona 4-0
dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions 2018-19 yang digelar di Anfield,
Rabu (8/5) dini hari WIB.
Tampil tanpa Mohamed Salah dan Roberto Firmino ternyata tak
melemahkan Liverpool. Dua gol dari Divock Origi dan Georginio Wijnaldum sukses
mengantar The Reds mengandaskan Barca.
Hasil ini pun membuat Liverpool berhak lolos ke partai final
berkat kemenangan agregat 4-3 setelah di laga leg pertama Barca menang 3-0. Di
final, Liverpool bakal menghadapi pemenang laga Ajax Amsterdam vs Tottenham.
Babak Pertama
Seperti bisa diprediksi, Liverpool mencoba langsung tancap gas
sejak kick-off. Hasilnya pun sudah didapat ketika laga baru berjalan tujuh
menit. Usaha Jordan Henderson masih bisa dimentahkan Marc-Andre Ter Stegen,
tapi bola rebound sukses dicocor Origi menjadi gol.
Barca pun berusaha memberikan balasan instan. Sayang peluang
Lionel Messi dan Philippe Coutinho masih bisa digagalkan Alisson yang tampil
brilian di awal babak pertama.
Liverpool memperoleh peluang untuk menggandakan keunggulan di
menit ke-24. Andy Robertson yang memiliki ruang tembak cukup terbuka mencoba
mengancam Ter Stegen. Namun usahanya masih gagal berbuah gol.
Jelang babak pertama usai, Barca mendapat dua peluang emas untuk
menyamakan kedudukan. Namun lagi-lagi upaya mereka belum membuahkan hasil. Skor
1-0 untuk keunggulan Liverpool pun bertahan hingga turun minum.
Kembali dari kamar ganti, Jurgen Klopp terpaksa menarik keluar
Robertson yang mengalami cedera di akhir babak pertama. Ia digantikan
Wijnaldum. Milner pun bergeser menempati pos bek kiri.
Masuknya Wijnaldum ternyata menjadi berkah bagi Liverpool.
Gelandang asal Belanda itu mencetak dua gol dalam kurun waktu hanya dua menit!
Skor pun kini imbang 3-3. Luar biasa.
Situasi ini membuat Ernesto Valverde melakukan perubahan
strategi dengan menarik keluar Coutinho untuk digantikan Nelson Semedo. Namun
Barca tetap kesulitan membongkar pertahanan Liverpool.
Anfield bergemuruh ketika Origi mencetak gol keduanya di menit
ke-79 sekaligus membawa Liverpool membalikkan keadaan agregat menjadi 4-3.
Trent Alexander-Arnold dengan cerdik mengambil sepak pojok ketika para pemain
Barca masih belum siap. Origi pun dengan mudah meneruskan bola menjadi gol.
Barca wajib mencetak satu gol untuk membuat mereka lolos ke
final. Valverde pun memasukkan Malcom untuk menggantikan Ivan Rakitic.
Liverpool merespon dengan memasukkan Joe Gomez menggantikan Origi.
Barca berusaha mengurung pertahanan Liverpool di sisa
pertandingan. Sayang upaya mereka tak berhasil menghadirkan gol. Skor 4-0 untuk
kemenangan Liverpool pun menjadi hasil akhir laga ini.
Susunan Pemain
Liverpool: Alisson; Alexander-Arnold, Matip, Van Dijk, Robertson
(Wijnaldum 46'); Henderson, Fabinho, Milner; Shaqiri (Sturridge 90'), Origi
(Gomez 85'), Mane.
Barcelona: Ter Stegen; Sergi Roberto, Pique, Lenglet, Alba;
Vidal (Arthur 75'), Busquets, Rakitic (Malcom 80'); Messi, Suarez, Coutinho
(Semedo 60)
Tuesday, 14 May 2019
Tujuh Buaya Muara Terlihat di Teluk Penyu Cilacap

CILACAP - Tujuh buaya yang diduga dari muara Sungai Citanduy, Kota Pangandaran, memasuki perairan Cilacap. Hal itu membuat masyarakat pesisir waspada dan siaga.
Koordinator Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP) Nusakambangan Cilacap Tarmuji mengatakan, sebenarnya kabar buaya masuk perairan Cilacap sudah diketahui sejak beberapa hari lalu. Tetapi kabar tersebut baru bisa dipastikan Minggu (12/5/2019) sekitar pukul 04.00, saat anggota MMP Nusakambangan melihat langsung buaya muara.
Pada video dan poto yang beredar, buaya muara terlihat sedang bergerak ke arah Dermaga Khusus PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (dulu PT Holcim Indonesia Tbk, red) yang berada di dekat Dermaga Wijayapura. Pada video terlihat seekor buaya muara sedang berenang di perairan antara Pulau Nusakambangan dan Kota Cilacap.
Demikian pula dalam foto yang diambil dari atas perahu ke arah Dermaga Khusus PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, terlihat seekor buaya yang sedang berenang di perairan sekitar Nusakambangan.
"Buaya bergeser ke Cilacap dan masuk ke muara Teluk Penyu dan Segara Anakan. Menurut laporan anggota kami yang ada di Kampung Laut, ada tujuh buaya," ucap Tarmuji, Minggu (12/5).
Dia memperkirakan, buaya muara berasal dari muara Sungai Citanduy, Kota Pangandaran, Jawa Barat. Di Pangandaran, kemunculan buaya sudah menjadi perbincangan. Buaya yang terlihat saat ini sudah menyebar dan berkeliaran ke Kampung Laut, hingga "jongoran" Teluk Penyu dekat Benteng Pendem.
Tarmuji yang juga Ketua Kelompok Nelayan Pandanarang mengimbau nelayan di sekitar Bengawan Donan, Kutawaru, Kampung Laut, dan Sentolo Kawat, Cilacap, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap buaya muara.
Dia mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kemunculan buaya muara ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah Seksi Konservasi II Wilayah II Pemalang-Cilacap Resor Konvervasi Wilayah Cilacap.
"Kami masih menunggu instruksi lebih lanjut. Rencananya Senin (13/5), kami akan melakukan penyisiran bersama BKSDA," tandasnya.
Sementara itu, Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto melalui Kasat Pol Air AKP Huda Safi’i menuturkan, satuan Pol Air sudah melalukan koordinasi dengan KSOP untuk melaksanakan patroli peraian. Serta upaya penangkapan dengan karantina hewan, serta memasang rambu rambu adanya buaya di area perairan Holcim dan lingkungan masyarakat.
”Seluruh masyarakat dan nelayan diharapkan untuk selalu berhati hati terhadap buaya muara serta waspada,” ungkap Huda. (nas/sus)
"Buaya bergeser ke Cilacap dan masuk ke muara Teluk Penyu dan Segara Anakan. Menurut laporan anggota kami yang ada di Kampung Laut, ada tujuh buaya," ucap Tarmuji, Minggu (12/5).
Dia memperkirakan, buaya muara berasal dari muara Sungai Citanduy, Kota Pangandaran, Jawa Barat. Di Pangandaran, kemunculan buaya sudah menjadi perbincangan. Buaya yang terlihat saat ini sudah menyebar dan berkeliaran ke Kampung Laut, hingga "jongoran" Teluk Penyu dekat Benteng Pendem.
Tarmuji yang juga Ketua Kelompok Nelayan Pandanarang mengimbau nelayan di sekitar Bengawan Donan, Kutawaru, Kampung Laut, dan Sentolo Kawat, Cilacap, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap buaya muara.
Dia mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kemunculan buaya muara ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah Seksi Konservasi II Wilayah II Pemalang-Cilacap Resor Konvervasi Wilayah Cilacap.
"Kami masih menunggu instruksi lebih lanjut. Rencananya Senin (13/5), kami akan melakukan penyisiran bersama BKSDA," tandasnya.
Sementara itu, Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto melalui Kasat Pol Air AKP Huda Safi’i menuturkan, satuan Pol Air sudah melalukan koordinasi dengan KSOP untuk melaksanakan patroli peraian. Serta upaya penangkapan dengan karantina hewan, serta memasang rambu rambu adanya buaya di area perairan Holcim dan lingkungan masyarakat.
”Seluruh masyarakat dan nelayan diharapkan untuk selalu berhati hati terhadap buaya muara serta waspada,” ungkap Huda. (nas/sus)
Monday, 13 May 2019
ritual Punggahan atau serangkaian lelaku bekten (ziarah)
CILACAP- Jalan di Kecamatan Kroya, Adipala hingga Kesugihan,
Cilacap relatif ramai. Kendaran bermotor lalu lalang berganti. Namun,
ratusan penghayat dari berbagai desa seperti Desa Pekuncen, Pesanggrahan
Kecamatan Kroya, dan Desa Jepara Wetan Kecamatan Binangun memilih berjalan kaki
puluhan kilometer.
Lebih dari 300 orang berjalan melintasi jalanan datar serta perbukitan menuju ke Desa Pekuncen. Mereka berjalan antara 30 hingga 50 km. Mereka juga membawa berbagai macam hasil bumi seperti beras dan sayur-sayuran.
Mereka adalah masyarakat Adat Tradisi Anak Putu (ATAP) Bonokeling. Mereka tengah menjalani ritual Punggahan atau serangkaian lelaku bekten (ziarah) keturunan dan pengikut ajaran Penembahan Bonokeling ke pepunden.
Tempat yang dituju ialah di Komplek Cagar Budaya Makam Bonokeling di Pakuncen Kabupaten Banyumas. Ritual Punggahan rencananya dihelat pada Jumat besar terakhir menjelang Ramadan, antara 24 hingga 29 April.
Di beberapa titik, warga Bonokeling beristirahat di tempat yang telah ditentukan, salah satunya adalah Pasar Kesugihan, Cilacap.
Lebih dari 300 orang berjalan melintasi jalanan datar serta perbukitan menuju ke Desa Pekuncen. Mereka berjalan antara 30 hingga 50 km. Mereka juga membawa berbagai macam hasil bumi seperti beras dan sayur-sayuran.
Mereka adalah masyarakat Adat Tradisi Anak Putu (ATAP) Bonokeling. Mereka tengah menjalani ritual Punggahan atau serangkaian lelaku bekten (ziarah) keturunan dan pengikut ajaran Penembahan Bonokeling ke pepunden.
Tempat yang dituju ialah di Komplek Cagar Budaya Makam Bonokeling di Pakuncen Kabupaten Banyumas. Ritual Punggahan rencananya dihelat pada Jumat besar terakhir menjelang Ramadan, antara 24 hingga 29 April.
Di beberapa titik, warga Bonokeling beristirahat di tempat yang telah ditentukan, salah satunya adalah Pasar Kesugihan, Cilacap.
"Ini adalah laku ritual yang harus dijalankan. Sebuah tradisi yang harus dijaga. Jadi berangkat ke Pekuncen sehari dengan berjalan kaki pada Kamis (24/4/2019), kemudian hari kedua yakni pada Jumat (25/4) adalah ritual unggah unggahan," kata Sunardi Kunthang, Ketua ADAT Desa Kalikudi.
Dia mengatakan, peziarah terbagi menurut jenis kelamin, pangkat, kedudukan, dan usia. Mereka baik muda, tua, laki-laki dan perempuan. Mereka membawa bekal yang nantinya bakal dimasak di Panembahan Bonokeling untuk dimakan bersama dengan ribuan peziarah lain yang berdatangan dari berbagai daerah. "Bakul-bakul tersebut dibawa untuk dimasak di sana. Isinya beras, sayur-sayuran dan perlengkapan makan lainnya," ujarnya.
Para penghayat ini menggunakan pakaian adat Jawa. Laki-laki menggunakan kain seperti sarung dan iket kepala. Sedangkan perempuan menggunakan jarit dan bagian atasnya ada yang menggunakan kemben atau baju Jawa. "Ritual ini selalu dilakukan setiap tahunnya . Menjelang bulan Ramadan. Berjalan kaki tandanya kita kembali ke bumi," kata Sunardi.
Setelah sampai di Desa Pekuncen, Jatilawang, kaum adat Bonokeling beristirahat di rumah-rumah Bedogol atau para tetua adat. Kemudian di kompleks makam Kyai Banokeling, mereka melakukan ritual ziarah ke sejumlah makam. Utamanya adalah makam Kyai Bonokeling.
Sebelum masuk ke makam, mereka antre berjalan secara rapi. "Dalam prosesi ziarah, mereka harus melepas alas kaki. Artinya tidak lain adalah bagaimana menyatukan diri dengan alam," ujarnya.
Setelah rampung prosesi ziarah, dia mengatakan, seluruh anggota Komunitas Adat Bonokeling makan bersama di kompleks dalam makam. Dan hari selanjutnya mereka kembali lagi ke rumahnya masing-masing. Tetap jalan dengan jalan kaki. (ray)
PLTU Karangkandri
PLTU 2 Jawa Tengah berdiri di atas tanah kokon yang dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), berlokasi di desa Karangkandri, kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, sekitar 10 kilometer ke arah timur dari pusat kota Cilacap. Pembangkit listrik ini memiliki memiliki kapasitas sebesar 2 x 300 (600) megawatt dengan bahan bakar berupa batubara yang masuk ke dalam interkoneksi Jawa-Bali yang penyalurannyaa dilakukan oleh pusat penyaluran beban gandul, Cinere, Jawa Barat. Adapun kontraktor yang kali pertama membangun adalah PT Sumber Segara Primadaya (S2P) bersama Chenda Enginering dari China.
Secara komersial, PLTU Karangkandri beroperasi sejak Februari 2006 untuk unit 1 (pertama) yang pengoperasiannya diresmikan kali pertama oleh presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, November 2006.[3]
Secara kepemilikan, PLTU Karangkandri merupakan perusahaan pembangkit listrik yang dimiliki swasta yaitu PT Sumber Segara Primadaya yang merupakan patungan dari PT Pembangkit Listrik Jawa Bali (anak perusahaan PLN) dengan saham 49% dan PT Sumberenergi Sakti Prima dengan saham sebesar 51%.
Pada tahun 2015 Kabupaten Cilacap juga akan kembali ditempati oleh pambangunan pembankit listrik tenaga uap terbesar di dunia, berlokasi di kecamatan Adipala, di atas lahan milik TNI dan Polri dengan investasi sebesar Rp. 90 triliun. Kontraktor yang menangani masih tetap, PT Jawa Energi. Sampai sekarang, proses pembangunan tersebut masih menunggu selesainya perizinan.[4][5]
Secara komersial, PLTU Karangkandri beroperasi sejak Februari 2006 untuk unit 1 (pertama) yang pengoperasiannya diresmikan kali pertama oleh presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, November 2006.[3]
Secara kepemilikan, PLTU Karangkandri merupakan perusahaan pembangkit listrik yang dimiliki swasta yaitu PT Sumber Segara Primadaya yang merupakan patungan dari PT Pembangkit Listrik Jawa Bali (anak perusahaan PLN) dengan saham 49% dan PT Sumberenergi Sakti Prima dengan saham sebesar 51%.
Pada tahun 2015 Kabupaten Cilacap juga akan kembali ditempati oleh pambangunan pembankit listrik tenaga uap terbesar di dunia, berlokasi di kecamatan Adipala, di atas lahan milik TNI dan Polri dengan investasi sebesar Rp. 90 triliun. Kontraktor yang menangani masih tetap, PT Jawa Energi. Sampai sekarang, proses pembangunan tersebut masih menunggu selesainya perizinan.[4][5]
Sunday, 12 May 2019
JALAN-JALAN ISUK TRADISI SAAT RAMADHAN
JALAN-JALAN ISUK TRADISI SAAT RAMADHAN
Esih pada kaya kiye mbok lur?
Entah mengapa semenjak bulan Ramadhan jumlah orang yang melakukan aktivitas pagi semakin meningkat dari hari biasanya.Terkait, mereka yang berjalan jalan di pagi hari setelah sholat Subuh. Kok tau sih kalau mereka habis sholat Subuh? Iya, itu lho . Lihat saja! Sarung masih dipakai di leher, mukena masih dipakai di badan.
Berjalan-jalan di pagi hari setelah sholat Subuh memang bukan hal yang buruk. Selain menyehatkan badan, udara pagi hari sangat sejuk dan minim polusi. Eh tapi, ada alasan lain di balik kegiatan ini.
Survei membuktikan sebagian besar anak muda melakukan aktivitas jalan setelah sholat Subuh biasanya memiliki tujuan mendapat kenalan baru. Entah si tetangga sebelah yang kece itu atau gadis seberang desa yang anggun.(Rzy/red)
Entah mengapa semenjak bulan Ramadhan jumlah orang yang melakukan aktivitas pagi semakin meningkat dari hari biasanya.Terkait, mereka yang berjalan jalan di pagi hari setelah sholat Subuh. Kok tau sih kalau mereka habis sholat Subuh? Iya, itu lho . Lihat saja! Sarung masih dipakai di leher, mukena masih dipakai di badan.
Berjalan-jalan di pagi hari setelah sholat Subuh memang bukan hal yang buruk. Selain menyehatkan badan, udara pagi hari sangat sejuk dan minim polusi. Eh tapi, ada alasan lain di balik kegiatan ini.
Survei membuktikan sebagian besar anak muda melakukan aktivitas jalan setelah sholat Subuh biasanya memiliki tujuan mendapat kenalan baru. Entah si tetangga sebelah yang kece itu atau gadis seberang desa yang anggun.(Rzy/red)
WARGA DESA KARANGKANDRI DESAK DINKES TANGGAP DB
KESUGIHANNEWS, KARANGKANDRI-Penyakit demam berdarah (DB) menyerang warga di Desa Karangkandri Kecamatan Kesugihan Cilacap. Tercatat sampai Ahad (12/5), penderita penyakit DB mencapai 10 orang.
DB sebelumnya menyerang 6 RT di Wilayah RW 02 Desa Karangkandri. Diskes setempat belum menyatakan DB di daerahnya sebagai kejadian luar biasa.
Kepala Desa Karangkandri Kecamatan Kesugihan bersama masyarakat dan dibantu salah satu Partai Politik melakukan Pencegahan, Pengendalian, dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) dengan fogging di sejumlah wilayah. Kepala Desa Karangkandri, Ridwanullah mengatakan, penderita DB sudah bertambah tujuh orang lagi dalam sepekan.
“Sudah bertambah tujuh orang, jadi tercatat 10 orang warga dan belum lagi yang tidak tercatat,” katanya.(12/05)
Beberapa warga yang positif menderita DB dirawat pada beberapa titik pengobatan. Di Klinik Afdila Menganti 3 orang, Klinik Darus Syifa Slarang 1 orang, RS Fatimah Cilacap 1 orang dan beberapa warga yang belum melaporkan diri.
Menurut warga kejadian DB yang menimpa warga Karangkandri belum ada tanggapan dari pihak terkait.
"Kejadian seperti ini harusnya sudah menjadi kejadian luar biasa, dan dapat perhatian dari pihak kesehatan"kata Sholihun(Warga Karangkandri)
Inisiatif warga bersama pemerintah Desa Karangkandri, meminta bantuan pada salah satu Partai Politik untuk dilakukan Fogging. Mengingat banyaknya warga yang terserang DB dan antisipasi ada warga lain yang terkena DB. (Rzy/red)
Saturday, 11 May 2019
TUGU BUDIN PESANGGRAHAN
NGABUBURIT
DI TUGU BUDIN KesugihanNews, Pesanggarahan. Menikmati suasana sore Ramadhan
lebih asyik ngabuburit bersama keluarga dan rekan. (12/06)
Selain berburu aneka kuliner berbuka, di Tugu Budin Pesanggrahan Kesugihan juga
bakal ditemani oleh hiburan musik angklung.
Angklung Candrayuda Warga Pesanggrahan selalu menyambut dengan antusias warga
yang ngabuburit di Tugu Budin.
"Dengan adanya hiburan ini, jadi warga merasa terhibur dan tentu menambah
semarak ngabuburit".Kata Nano (Personil angklung)
Tampak warga sangat ramai berburu kuliner atau sekedar menikmati musik di
Kawasan Tugu Budin, yang menjadi Landmark Desa Pesanggrahan. (Rzy/red)
Ayoo Ramaikan suasana Ramadhan...
SELAMAT BERBUKA PUASA

















